Apakah Terapi Hormon Pertumbuhan Efektif Untuk Anak Pendek



Pertumbuhan anak yang lambat dan tertinggal dari teman sebayanya memang sering kali memicu kekhawatiran kita, para orang tua. Kadang, dokter menyarankan anak untuk mengikuti terapi hormon pertumbuhan sebagai solusi medis untuk anak pendek.

Bu, mendengar istilah hormon dan terapi, pasti bikin orang tua cemas dan bertanya-tanya. Sebenarnya, jenis terapi apa ini? Lantas, apakah terapi hormon pertumbuhan benar-benar efektif untuk mengatasi masalah anak yang pendek dan perkembangannya terlambat?
Secara Medis, Kapan Anak Disebut Pendek?



Ibu, sebelum melangkah ke terapi, penting bagi kita untuk tahu dulu, kapan sih pendek itu dianggap sebagai masalah medis? Melansir dari laman Hello Sehat, anak baru bisa kita anggap pendek jika tinggi badannya berada di bawah persentil ke-3 pada kurva pertumbuhan standar.

Jadi, maksudnya bagaimana, ya?
 Di bawah persentil ke-3 kurva pertumbuhan standar, artinya ia lebih pendek dari 97% anak seusianya yang berjenis kelamin sama. Nah, perlu kita ingat juga, pendek itu bukan berarti gangguan kesehatan. Ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi tinggi badan.
  • Keturunan keluarga bertubuh pendek.
  • Pola makan yang kurang akan gizi.
  • Gangguan tulang hingga kekurangan hormon.

Nah, salah satu penyebab medis yang paling sering ditangani dengan terapi adalah Growth Hormone Deficiency (GHD). Kondisi ini, bikin tubuh anak tak memproduksi hormon pertumbuhan yang cukup, sehingga perlu suntikan hormon pertumbuhan tambahan.
Mengenal Terapi Hormon Pertumbuhan



Human Growth Hormone (HGH) adalah hormon pertumbuhan manusia, kelenjar pituitari di dasar otak secara alami bisa memproduksi zat ini. Tugas utama hormon ini ialah merangsang pertumbuhan tulang, jaringan tubuh, hingga massa otot.

Jika jumlah hormon ini terlalu sedikit (kondisi GHD), proses pertumbuhan tulang anak otomatis akan terhambat, dan ia bisa jadi bertubuh pendek. Awalnya, terapi ini khusus untuk anak yang terbukti kekurangan hormon secara klinis (GHD) saja. Namun, saat ini, ilmu kedokteran terus berkembang.

Saat ini, cakupan terapi ini sudah meluas dan bisa dipertimbangkan untuk kondisi lain, seperti penderita sindrom tertentu (sindrom Turner, sindrom Noonan, sindrom Prader-Willi), hingga anak pendek yang penyebabnya tidak jelas (setelah pemeriksaan medis).

Nah, terapi ini bukan terapi yang bisa semua anak pakai. Keputusan terapi harus melalui serangkaian penilaian medis yang mendalam, termasuk tes darah dan rontgen tangan untuk melihat sisa lempeng pertumbuhan.

Seberapa Efektif Terapi Hormon Pertumbuhan?


Manfaat utama dari suntikan hormon pertumbuhan adalah meningkatkan kecepatan tumbuh anak secara signifikan. Bu, selama tahun pertama terapi, mungkin kita akan takjub! 
Anak bisa mengalami pertumbuhan 2-3 kali lebih cepat ketimbang sebelum terapi. 
Periode emas ini bernama catch-up growth.

Ibaratnya, tubuh anak menerima asupan hormon yang selama ini kurang, sehingga tubuh langsung tancap gas untuk mengejar ketertinggalan tinggi badan. Setelah fase awal yang cepat ini, laju pertumbuhan biasanya akan sedikit melambat, tetapi trennya akan tetap lebih baik.

  • Selain tinggi badan, terapi ini juga membawa manfaat yang berkontribusi pada kesehatan anak secara menyeluruh.
  • Membantu menambah massa otot tanpa lemak.
  • Berkontribusi pada postur yang lebih ideal.
  • Membuat tulang lebih kuat.
  • Terutama terkait profil kolesterol dan gula darah.
Efek Samping Terapi Hormon Pertumbuhan



Terapi hormon pertumbuhan dilakukan melalui suntikan harian di bawah kulit (subkutan). Area yang disuntik biasanya bergantian, seperti lengan atas, paha, atau perut. Nantinya, dokter akan mengajari kita cara menyuntik yang benar, sehingga terapi bisa kita lakukan rutin di rumah.

Nah, terapi ini tidak cukup 1-2 kali saja. Sebagian besar anak perlu menjalani terapi selama beberapa tahun (hingga lempeng pertumbuhan tulang menutup atau masa ia pubertas berakhir), dengan pemeriksaan lanjutan rutin beberapa bulan sekali ke dokter.

Anak yang menjalani terapi akan selalu berada di bawah pengawasan ketat dokter spesialis anak sub-spesialis endokrinolog (dokter hormon anak). Pemeriksaan lanjutan rutin akan dilakukan setiap 3-6 bulan. Pemantauan ini mencakup tes darah, rontgen tangan, dan penyesuaian ulang dosis.

Meski relatif aman dan sudah terbukti bertahun-tahun, suntik hormon pertumbuhan tetap memiliki potensi efek samping yang perlu kita ketahui.

 Berikut ini beberapa efek samping dari terapi hormon pertumbuhan, agar orang tua berhati-hati.

Nyeri atau pembengkakan ringan pada area suntikan.
Reaksi alergi lokal (ruam atau biduran).
Nyeri pada persendian (lutut, pinggul) atau sakit kepala ringan.
Peningkatan sementara kadar gula darah.
Pada anak skoliosis, terapi bisa mempercepat kelengkungan.

Penutup

Terapi hormon pertumbuhan telah terbukti efektif bagi anak yang benar-benar membutuhkannya. Namun, penting untuk kembali pada pesan utama, pendek tidak selalu berarti harus diterapi. Genetika, pola makan, dan lingkungan adalah faktor yang lebih utama.

Langkah terpenting dan pertama adalah membawa si kecil berkonsultasi dengan dokter spesialis anak atau endokrinolog anak. Biarkan ahlinya yang menentukan apakah pendeknya si kecil normal ataukah memang ada masalah medis yang membutuhkan bantuan terapi.

Nah, metode lainnya, supaya nafsu makan anak terjaga, orang tua bisa memberi si kecil Syifa Kids Nafsu Makan. Terbuat dari formulasi Curcuma xanthorrhiza, Channa striata, Curcuma domestica, Curcuma aeruginosa, propolis, dan madu, berkhasiat menjaga nafsu makan, imunitas, dan mendukung pertumbuhan.


https://syifakids.id/apakah-terapi-hormon-pertumbuhan-efektif-untuk-anak-pendek/


Komentar